Home | Tips Kesehatan | Kedelai

Kedelai

Font size: Decrease font Enlarge font
image

Sudah bertahun-tahun kacang kedelai menjadi salah satu makanan yang selalu ada di meja makan Bangsa Indonesia. Bentuknya dapat berupa tempe, tahu, kedelai rebus, tauco atau disajikan dalam bentuk minuman, seperti susu kacang atau soy milk. Setelah beberapa saat dilupakan karena gengsi, saat ini kedelai menjadi alternatif asupan protein tinggi dan pelindung dari beberapa penyakit degeneratif lainnya.

  Kandungan nutrisi per volumenya dapat diadu dengan beberapa makanan yang kaya gizi lainnya. Kedelai mengandung lebih banyak protein dan zat besi daripada daging sapi, lebih banyak kalsium daripada susu, dan lebih kaya lesitin daripada telur. Disamping itu, kedelai kaya akan vitamin B, potassium, seng, dan berbagai mineral lainnya. Yang paling mengagumkan adalah minyak kacang kedelai mengandung lemak jenuh yang rendah.

Melihat kandungan gizinya yang dapat dikatakan lengkap, kedelai juga memiliki beberapa kelebihan dalam menjaga kesehatan. Beberapa penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, dan osteoporosis dapat ditekan kemungkinannya hanya dengan mengkonsumsi kedelai secara teratur. Mari kita lihat satu persatu bagaimana kedelai dapat menganggulangi atau mencegah penyakit-penyakit masyarakat modern ini.

Penyakit Jantung
Dalam tubuh kita, kolesterol ada dua macam, yaitu HDL (High Density Lipoprotein) yang baik dan LDL (Low Density Lipoprotein), yaitu lemak yang jahat.
Kandungan LDL yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Nah, penyempitan pembuluh darah inilah yang menyebakan serangan jantung, struk, dan darah tinggi. Untuk menanggulangi penyakit jantung, kedelai bekerja melalui asam amino-nya, atau biasa kita sebut dengan protein. Kandungan proteinnya mampu menurunkan kadar kolesterol LDL tanpa menurunkan kadar HDL dalam darah.

Kanker
Ada satu fakta yang cukup menggembirakan bagi kita orang Asia. Ternyata Bangsa Mongoloid ini lebih tahan akan kanker payudara dan prostat dibanding negara-negara Barat. Pasalnya, budaya bangsa Asia mengkonsumsi kedelai sejak usia dini. Coba ingat umur berapa Anda kenal dengan tahu dan tempe? Ya, itulah yang menurunkan risiko kanker payudara dan prostat, semakin dini mengkonsumsi kedelai secara moderat, semakin kecil kemungkinan terserang kedua kanker tersebut.

Peneliti gizi menyatakan bahwa kandungan isoflavon dalam kedelai –lah penyebab dari semua ini. Mereka percaya asupan isoflavon dari kedelai dengan dosis moderat mampu memperkecil risiko kedua kanker ini. Dengan demikian mulailah mengkonsumsi makanan dari kacang kedelai sejak dini.

Osteoporosis
Penyakit degeneratif yang satu menghantui siapa saja yang sudah berumur, terutama kaum wanita. Penyebabnya adalah berkurangnya massa tulang manusia yang disebabkan oleh kurangnya asupan kalsium pada usia produktif. Lagi-lagi kandungan isoflavon dan kalsium dalam kacang kedelai menjadi bintang dalam memerangi osteoporosis. Para peneliti percaya bahwa kedua zat ini dapat memperlambat efek pengeroposan tulang pada manusia ini. Kacang kedelai juga bermanfaat bagi kaum wanita yang sedang mengalami sindrom menopause. Kedelai dapat meringankan gejala-gejala masa menoausal, seperti tubuh yang terasa panas.

Memang kacang kedelai dapat memberikan manfaat positif bagi tubuh kita. Tetapi makanlah 4 sehat 5 sempurna, karena variasi makanan sangat penting untuk melengkapi kecukupan gizi di tubuh kita.

 

Comments (0 posted):

Post your comment comment

Please enter the code you see in the image:

  • email Email to a friend
  • print Print version
  • Plain text Plain text
Tags
No tags for this article
Rate this article
0
© 2009 soniawibisono.com