Home | Tips Kesehatan | Cokelat

Cokelat

Font size: Decrease font Enlarge font
image

Cokelat, Hadiah Kasih Sayang Dahulu coklat hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang kaya, yaitu para bangsawan dan raja raja. Kalau kita lihat film Maria Antoinette,sang ratu prancis, hmmm, makanannya penuh dengan dessert coklat. Coklat memang sangat yummy, memberikan rasa yang menyenangkan, apalagi kalau dikulum lama lama di mulut. Syukurlah sekarang banyak pabrik coklat yang memproduksi coklat baik coklat murni, maupun yang dicampur susu atau bahan lain, sehingga harga coklat menjadi sangat terjangkau.

Penggemar coklat juga pantas bergembira, karena sekeping coklat hitam terbukti mampu memperlancar peredaran darah. Menurut penelitian terakhir Riset dari Yale Prevention Research Center, coklat hitam memiliki kandungan theobromine, phenethylamine, dan kafein yang jika dikonsumsi secara seimbangdan tepat akan membantu fungsi pembuluh darah.

Dark chocolate adalah cokelat yang tidak mengandung susu sama sekali atau cokelat murni. Amerika membuat standar, bahwa dark chocolate harus mengandung cocoa liquor minimal 15% per volume. Sementara Orang Eropa mengharuskan mengandung cocoa powder minimal 35% per volume. Memang rasanya lebih pahit dan sedikit asam dibandingkan dengan cokelat dari jenis lainnya.


Tapi apalah artinya rasa, kalau kita membandingkan dengan manfaat yang dapat kita petik darinya. Cokelat memiliki unsur gizi yaitu karbohidrat, protein nabati, vitamin A, B1 (Thiamin), B2 (Riboflavin), D, E. Plus theobromine, tryptophan, phenethylamine, caffein yang berfungsi sebagai zat anti depresi, stimulant, dan aprodisiak bagi tubuh kita.


Untuk menjaga kesehatan jantung, kita akan diuntungkan oleh cokelat karena mengandung flavanoid, epicatechin, dan gallic acid yang memberikan perlindungan untuk sistem kardiovaskular kita. Kandungan antioksidan yang tinggi ini akan menstabilkan kolesterol LDL dalam tubuh kita, dan melindungi tubuh kita dari oksidasi zat radikal bebas, penyebab kanker. Tapi sayangnya, “harta” ini akan lenyap begitu saja kalau kita mengolah cocoa dengan susu. Jadi sebenarnya, akan sangat bijak kalau kita mengolah cocoa menjadi hot cocoa.


Selain memperbaiki fungsi peredaran darah, cokelat sebagai sumber zatbio-aktif anti-oksidan polifenol, khususnya flavonoid memiliki banyakmanfaat bagi kesehatan. Biji cokelat mengandung banyak monomer epicatechin(flavanol), dan molekul procyanidins (bentuk polimer). Fungsi flavonoid pada cokelat juga sebagai antioksidan melalui mekanisme penangkapan senyawa radikal bebas dan menghambat oksidasi enzim-enzim seperti lipoxygenase.Dalam hal ini procyanidin adalah penangkap radikal bebas yang efektif.Selain memiliki efek antioksidan, cokelat juga mampu merangsang sistemkekebalan tubuh, dengan memproduksi lebih banyak sitokin (protein yangdiproduksi sebagai bagian dari sistim imun tubuh).



Namun penemuan ini tidak menyarankan kita untuk mengkonsumsi coklat setiaphari dan menjadikan coklat sebagai bagian dari rutinitas, namun riset ini sebagai sebuah pengetahuan tambahan bahwa mengkonsumsi coklat hitam tanpa gula dengan konsumsi wajar akan sangat bermanfaat bagi tubuh.


Nah, meski coklat terbukti sebagai salah satu makanan dewa seperti namalatinnya Theobroma cacao (food of the Gods), namun bukan berarti menjadikan coklat sebagai makanan dan cemilan harian di depan TV , karena konsumsi yang berlebihan apalagi dengan kandungan gula yang tinggi justru memperburuk kesehatan, terutama pada penderita glaukoma dan pasien kencing manis. apalagi kalau Anda memilih jenis milk, sweet, bittersweet, makanan yang diolah dengan cokelat seperti kue tart.


Dan pada Hari Kasih Sayang, rasanya tidak salah apabila kita memberikan sekotak dark chocolate yang banyak manfaat kesehatannya, untuk orang-orang yang kita cintai.. Happy Valentine!

Comments (0 posted):

Post your comment comment

Please enter the code you see in the image:

  • email Email to a friend
  • print Print version
  • Plain text Plain text
Tags
No tags for this article
Rate this article
1.00
© 2009 soniawibisono.com