Manfaat baru Secangkir Kopi
“Secangkir kopi setiap hari, keeps the doctor away? Atau malah membuat anda harus ke dokter kelak? Info lengkap nya disini .
533 tahun setelah Kiva Han, coffee shop pertama dibuka di Turki pada tahun 1445, kini kedai serupa tumbuh bak jamur di musim hujan. Setiap pusat perbelanjaan, bisnis, bahkan institut pendidikan kita dapat menemukan kafe-kafe yang menyuguhkan kopi. Fenomena ini bukan hanya milik Indonesia saja, tapi dunia! Bayangkan dalam satu hari manusia di planet ini menghabiskan 1,5 milyar gelas kopi setiap harinya.
Saya sendiri terheran-heran melihat angka jumlah peminum kopi sebanyak itu, terbukti saat memperhatikan banyaknya pengunjung di salah satu gerai kopi di Jakarta. Dari pagi sampai malam ada saja tamu yang duduk sambil menikmati minuman ber–coffee based. Itu baru satu gerai, coba hitung banyaknya kedai kopi, mulai dari kelas warkop sampai kafe dikalikan pengunjung yang memesan kopi. Terbayang kan? Itu belum termasuk repeat order dan kebiasan minum kopi di rumah atau tempat kerja, lho!
Kebanyakan orang menganggap kopi adalah minuman yang dapat mendatangkan musibah di hari depan. Dapat menimbulkan darah tinggi, jantung, sakit maag, bahkan sampai mitos minum kopi akan membuat kemampuan intelegensia turun.
Semua pernyataan diatas benar, kecuali yang terakhir tentang intelegensia, jelas dilebih lebihkan.
Namun beberapa penelitian terakhir menemukan bahwa kopi, ternyata ada juga manfaatnya.
Dalam secangkir kopi, ada senyawa kimia yang bernama kafein. zat inilah yang menyebabkan jantung berdebar lebih cepat, perasaan cemas berlebihan, dan tangan yang bergetar. Tergantung sensitivitas tiap orang. Ada yang baru minum sedikit sudah merasakannya, ada yang minum bergelas gelas baru merasakannya.
Beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa kopi dapat mencegah penyakit Alzeimer, Parkinson, sirosis hati, batu empedu, dan berguna untuk meredakan saat sakit kepala. Kopi mengandung tannin dan antioksidan, yang cukup baik bagi jantung dan pembuluh darah. Minum kopi juga dapat mengurangi gejala penyakit Parkinson (yang biasanya terjadi di usia setelah 50 tahun, gejalanya adalah kekakuan otot, tangan dan kaki gemetar, gerakan jadi perlahan/tidak bisa cepat, beberapa mengalami gejala ketidak seimbangan dan gangguan komunikasi seperti menulis, berbicara dan ekspresi muka), dan melindungi sel saraf.
Pada tahun 2005 University of Scranton mengeluarkan hasil penelitian yang dipimpin oleh Dr. Joe Vinson, bahwa di dalam kopi terdapat antioksidan yang dapat melindungi tubuh kita dari serangan radikal bebas. Antioksidan dalam kopi berperilaku sama seperti yang ditemukan didalam teh dan red wine. Zat ini akan meminimalisir, atau bahkan mencegah kerusakan pada molekul sel di tubuh kita.
Memang semua ada plus minusnya. Maka kita harus pintar pintar menimbang nimbang, mana yang plusnya lebih banyak.
Memang bau kedai kopi sangat menggoda. Apalagi kalau sedang ingin langsung segar dan melek. Tetapi untuk kopi, saat ini masih lebih baik dihindari. Karena kalau anda terbiasa minum 1 cangkir kopi sehari, maka 1 atau beberapa bulan kedepan, porsi 1 cangkir kopi ini tidak cukup untuk membuat anda melek. Harus tambah jadi 2 cangkir.
Saran saya, pilihlah kopi decaf. Karena rasanya enak juga, dan kadar antioksidannya pun cukup banyak, hampir sama dengan kopi biasa.
Hindari juga kopi pada ibu hamil, orang yang menderita penyakit jantung, dan orang yang mempunyai gangguan maag/lambung.
Rate this article



Comments (1 posted):
Post your comment